senyuman malam

Oleh Fera Nita · 06 Desember 2010

kembali lagi pada malam yang merindu
bermunajat dengan bait bait kalamMu
menjelang masa depan penuh pengharapan
merapatkan jiwa hingga tak ada bait batas di antara kita
antara aku dan Kekasih Yang Sebenarnya

ya biarlah sebatas senyum malam yang menyampaikan

Iklan

5 pemikiran pada “senyuman malam

  1. esem ing lambeku ngujiwat
    nanging waspa tansah runtuh
    ngadhang praptane panglipur

    kenapa tansah sesambat
    yen aku tansah puguh
    apa bisa aku nglebur

    nyuwun gunging pangapunten dhuh Gusti
    mbenjang yen palastra katampenana ingkang abdi

      • Lho, sing apik apane ndhuk ? Bibir selalu mesem manis tapi air mata terus menetes, butuh penghiburan.
        Selalu sesambat tetapi hati tetap keras. Bisakah menyesali dosa2 yang sudah dilakukan?
        Akhirnya mohon ampun kepada Tuhan, kalau sudah mati (palastra=mati) bisa diterima-Nya.

        Nduk Nita Adarati
        di semesem.com ada cerpen keluarga untuk dikomentari membantu Koko dan Lusi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s