remah malam


oleh Fera Nita pada 26 November 2010 jam 20:45

tanpa bersuara ku pungut remah remah malam yang malang
terbentur sebayang cahaya terang yang ternyata hampa
pecah berkeping tanpa bekas luka…
hembus angin yang tabah menjadi saksi
atas apa yang ku rindui selama ini
merajut benang kasih yang sebenarnya menimbulkan ketakutan ketakutan yang tak beralasan
ketakutan kehilangan atas apa yang tak pernah kumiliki
ketakutan atas tercerabutnya akar mimpi
karena hanya aku sebuah tempat penitipan masa
yang akan lekang oleh perjalanan masa itu sendiri
bila ku boleh meminta maka biar kusimpan remah malam ini di sudut hati yang tak akan pernah terbuka lagi agar dia tak pergi…..

~gelisah kehilangan

Iklan

Satu pemikiran pada “remah malam

  1. ndhuk nita adarati,
    nadyan wengi tanpa purnama
    nanging mega kartika sukeng driya
    padhang ing ati, sumorot ing rai
    nuntun jangkahmu ing pangarep urip mulya
    nadyan ditangisana, nora bisa klakon kang sinedya
    pancen wis pinesthi
    mung bisane pasrah mring Hyang Widhi

    kartika= bintang / sukeng driya= senang di hati/ sinedya= dikehendaki/ purnama= bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s