dinding hitam itu roboh

menoleh ke belakang

saat ada di langkah ke 22 kulihat sebentar sejarah

terjerumus dalam nada nada kesunyian menyakitkan

walau kata beberapa orang kesunyian itu teman dan terkadang aku juga merindukannya

mengigit bibir bawah ku nenitikan air mata menangisi kesunyian yang abadi dengan kesunyiannya. . . .

esok saat tiba di langkah ke 25 kalau tidak salah akan ku robohkan dinding hitam kesunyian itu

bersabarlah . . . .  😀

Iklan

3 pemikiran pada “dinding hitam itu roboh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s